kusambut tahun baru hijriyah ini dengan tangisan dari dalam hati yang teriris kehilangan Mama kami tercinta, isteri bapak tercinta tepat sebulan lalu. Betapa tidak, kami yang dari rahimnya hingga dia menghembuskan nafas terakhirnya senantiasa bersama, bersama. Betapa tidak, dia begitu care kepada family, dan segala yang dia rasakan. Betapa tidak, hampir setiap hari dia senantiasa memanjakan leher kami dengan masakan-masakan yang terlahir dari tangannya yang terampil dan cekatan penuh keyakinan. Betapa tidak, semua yang tidak mungkin bagi kami dimungkinkan olehnya. Betapa tidak, hatinya bagai emas berkilauan dan kharismatik kemana-mana hingga sejahat-jahatnya penjahat pun luluh karenanya. Betapa tidak, dia memperindah dan mempercantik semua yang ada di depan matanya, termasuk ilmu otodidaknya membuat gorden dengan variasi model yang tak seorang pun bisa melakukannya kecuali bakat alami. Ma, terlalu cepat kau meninggalkan kami, bapak setiap hari menangisi kepergianmu. Ma, terlalu cepat kau meninggalkan kami, meninggalkan Ical dan Uul serta cucu tersayangmu Uya masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang dari tangan lembut dan hatimu yang tulus itu. Ma, terlalu cepat kau meninggalkan kami, aku masih ingin bersamamu hingga di pelaminan nanti kau dampingi aku bersama perempuan kekasih hatiku yang kau ridhoi dan sayangi dan menimang cucu-cucu dari keturunanku yang saleh dan saleha karenamu dan membimbing istriku menjadi setidaknya dirimu yang cerdas dan terampil. Namun semua sirna karena kau telah dijemput oleh-Nya.
Maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ...................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar