Seingat saya Bushu yang hanya jinak sama saya dan nDaenk datang tahun 2004 yang sebelumnya ada si Jarot yang jinak sama semua orang. Keceriaan, kegembiraan, kejengkelan, kelucuannya menyatu dalam hatiku ketika kuucapkan: "Bushu, ayo, Goooyang goyang goyaaang..." kepalanya pun bergoyang naik turun mengikuti irama suaraku. Dia sudah bisa mengatakan" Cewek dan Assalamualaikum" apalagi kalau ada tamu ketok ketok pagar dia yang mengucapkan salam. bahkan sudah bisa memanggil namaku, nama adikku Uul, sudah bisa mengatakan iye', iye', kalau ada penjual sayur lewat dia juga ikut bernyanyi "Sayuuuuuur." Lucu ketika semua itu kusaksikan dan kudengar. Tapi kejenakaan Bushu sudah berakhir dini hari pukul 1.15 yang pada saat itu ketika aku lagi asyik briwsing internet kudengar suaranya yang aneh dan agak keras tapi aku berpositif thinking saja seakan tidak terjadi apa-apa. Ketika Uul naik ke kamarku memastikan suara yang baru saja terdengar, ternyata suara itu berasal dari Bushu yang sudah tak bernyawa lagi. Sedih hatiku, lara kehilangan. Sejenak kutatap seluruh tubuhnya yang cantik paduan warna merah menyala, hijau daun, dan sedikit kuning dan hitam sebagai penghormatan terakhirku kepadanya. Dan bersama Uul kukubur dia di bawah teduhnya pakarangan depan rumah.
Aku menitikkan air mata sesaat kukenang dia lagi. Selamat tinggal Bushu, dan maafkan semua kekhilafan, kenakalan, kezaliman yang pernah kami perbuat kepadamu sekalipun kau itu hanya seekor hewan namun kau akan jadi saksi di hari pembalasan kelak maka sekali lagi maafkan kesalahan dan kekhilafan kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar