Lalu, sebagaimana diimani oleh kalian, bahwa Tuhan telah menjelma dalam diri Yesus, seorang manusia 100%, dimana ia adalah manusia dengan segala kelemahan dan ketidakmampuannya. maka berpikirlah! alam semesta,manusia,dan segala organisme dari yang kasat mata sampai tidak kasat mata adalah ciptaan Allah dan semuanya hidup dengan sebuah hukum yang telah ditetapkan dan dipelihara oleh Allah.
Bumi berputar pada porosnya terus menerus, universe tunduk pada hukum yang sudah berketetapan, sehingga mereka tidak saling mendekati terlampau dekat dan bertabrakan satu sama lain, kelahiran manusia setiap saat adalah kuasa Allah, begitu juga dengan hewan, tumbuhan dan berbagai mikroorganisme beserta segala proses yang mendukung kelangsungan hidupnya(sistem pernapasan,sistem pencernaan,dll) adalah kuasa Allah. Kita semua tentu sepakat bahwa semuanya tidak terjadi dengan sendirinya tanpa ada aturan dan yang mengatur melainkan bahwa semuanya ada dalam kekuasaan dan pemeliharaan Allah. Nah, sekarang bagaimana dengan pernyataan bahwa
“Tuhan menjelma kedalam diri Yesus yang adalah 100% manusia dengan segala sifat manusiawinya”?Umat Kristen tentu setuju bahwa Yesus dalam ujud manusianya 100% tidak dapat mengelak dari kodrati manusiawinya, dimana segala perilaku dan kelemahannya adalah sebagai akibat kemanusiawiannya itu!-yg dimana “Tuhan” dalam wujudnya sebagai Yesus tidak membawa serta kekuasaan keIlahiannya, terbukti dari ketidak tahuan Yesus mengenai kapan hari kiamat tiba,digodanya Yesus oleh iblis,lapar,haus,dan takutnya Yesus,ketidak tahuannya akan musim,dll dll….pendek kata Yesus sebagai manusa dalam masa hidupnya yang pendek,33 tahun saja, adalah 100% manusia dan tidak berkuasa melakukan apapun yang bersifat keilahian termasuk mencipta dan memelihara alam semesta beserta isinya.
Jadi yesus sebagai manusia TIDAK BISA dalam waktu bersamaan merangkap sekaligus sebagai Tuhan yang mempunyai kekuasaan menciptakan dan memelihara segala isi alam semesta! kini fikirkanlah! bagaimana mungkin Yesus sebagai 100% manusia yang sudah jelas tidak memiliki kuasa untuk menciptakan dan memelihara alam semesta beserta isinya sehubungan dengan kemanusiawian nya sebagai manusia Yesus, dilain pihak diyakini juga sebagai 100% Tuhan????
Verifikasi hal2 berikut ini!!!!
1. Dalam 33 tahun masa hidup Yesus, apakah kelahiran manusia menjadi terhenti???Apakah tidak ada hewan yang dilahirkan baik melalui proses reproduksi maupun pembelahan diri???Apakah tanaman berhenti tumbuh dan layu???
Karena Yesus sebagai manusia yang memiliki berbagai kelemahan manusiawi, tidak mungkin bisa menciptakan manusia dan juga mematikan manusia-yang merupakan kuasa Allah. Bagaimana mau menciptakan manusia,hewan, dan tumbuhan serta mematikannya, bukankah Yesus membedakan musim saja tidak bisa? bukankah Yesus bisa lapar dan haus?tentu saja penciptaan manusia dan segala prosesnya merupakan tugas yang terlalu amat berat dan TIDAK MUNGKIN dapat dkerjakan Yesus!tapi sekali lagi:
Apakah dalam 33 tahun masa hidup Yesus, bayi-bayi berhenti lahir dan orang-orang tidak bisa mati?TENTU TIDAK! bayi-bayi tetap dilahirkan kedunia,hewan2 lahir dan mati, tanaman tumbuh dan layu, manusia-manusia tetap mati. semua proses itu sama sekali tidak berhenti selama masa hidup Yesus yang 33 tahun itu.
Lalu siapa yang melakukan dan memelihara proses itu semua?tentu tidak terjadi begitu saja tanpa ada yang mengatur bukan?dan karena Yesus dengan segala kelemahan manusiawinya tidak mungkin melakukan itu semua, lalu SIAPA? tentu saja Allah SWT yang tetap berkuasa dan memelihara setiap proses tersebut.
Bukan Yesus! karena itu Yesus Bukan Tuhan. Yesus memang adalah 100% manusia tapi tidak bisa diyakini sebagai juga 100% Tuhan! kenapa? karena ia tidak bisa menciptakan dan mematikan makhluk hidup serta memelihara segala prosesnya, yang melakukan itu semua hanyalah Allah SWT. perhatikanlah Kitab Suci Al-Qur’an
Firman Allah: “Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)?Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.” (QS.AN-Nahl,16:17)
Perhatikanlah! sungguh sesat mereka yang mengatakan bahwa Yesus 100% manusia namun juga 100% Allah.
Premis Minor : Yesus tidak menciptakan maupun memelihara makhluk, alam semesta beserta segala isinya
Premis Mayor : Allah Maha Pencipta dan Maha Pemelihara makhluk, alam semesta beserta segala isinya.
Konklusi/Kesimpulan : Maka Yesus tidak sama dengan Tuhan dan bukan Tuhan, karena itu Yesus yang 100% manusia itu, tidak bisa disebut juga dengan 100% Tuhan, karena memang bukan Tuhan.
Firman Allah: “Katakanlah: “Siapakah yang ditanganNya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu? (QS.Al-Mu’minuun 89-90) kemudian….
2. Dalam masa 33 tahun hidup Yesus didunia, apakah bumi berhenti berputar?apakah langit runtuh?apakah Matahari padam?apakah orbit setiap planet menjadi kacau sehingga satu sama lain saling bertubrukan?apakah Bumi terus diliputi siang tanpa malam dan juga sebaliknya?…..
TIDAK! bumi tetap berputar pada porosnya,langit tetap teguh,Matahari tetap memancarkan sinarnya yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan, planet-planet beserta satelitnya tetap dalam orbitnya yang terjaga, siang tetap berganti malam,dan seterusnya….
#Apakah Yesus yang 100%manusia yang dapat melakukan dan memelihara itu semua?apakah Yesus yang lapar,haus,ketakutan,tak tahu musim, dan dicobai setan yang dapat melakukan itu semua?SEKALI-KALI TIDAK!lalu siapa yang tetap memelihara semuanya dalam 33 tahun hidup Yesus kalau memang bukan Yesus?(pertanyaan ini untuk yang berasumsi dan menyatakan bahwa Yesus yang hidup selama 33 tahun adalah 100% manusia dan 100% Tuhan)
#Apakah semuanya terjadi begitu saja dengan sendirinya?tentu tidak!Allah lah yang selalu menguasai dan memelihara semuanya itu. bukan Yesus! kalau Yesus yang manusia 100% harus menanggung semuanya,tentu sesaat setelah manusia Yesus lahir,segalanya akan kacau balau!karena Yesus yang 100% manusia dengan segala kelemahan manusiawinya tidak akan mungkin mampu menjalankan semua keseimbangan proses tersebut sekaligus bersamaan dengan kodrat pribadinya sebagai manusia.
Perhatikanlah:
Firman Allah: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Karena itu lihatlah berulang-ulang adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk:3)
Firman Allah: “Dan Dia telah menundukkan pula bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) dan telah menundukkan bagimu malam dan siang” (QS.Ibrahim:33)
Subhanallah, Maha Suci Allah,maha benar Allah dengan segala FirmanNya. Allah lah yang menjaga keseimbangan alam semesta,menundukkan matahari dan bulan yang terus menerus beredar dalam orbitnya. Allah lah yang menguasai dan memelihara segala proses tersebut.dan BUKAN YESUS!karena itu Yesus yang 100% manusia tidak bisa disebut juga sebagai Tuhan 100%,
Premis Mayor : Allah menguasai dan memelihara segala proses yang terjadi dalam alam semesta.
Premis Minor : Yesus yang 100% manusia,TIDAK menguasai dan TIDAK memelihara segala proses yang terjadi dalam alam semesta.
Konklusi/Kesimpulan : Yesus tidak sama dengan Tuhan,karena Tuhan berkuasa dan memelihara sedangkan Yesus tidak.
Yesusbukanlah Tuhan karena hanya Tuhan yang berkuasa dan memelihara alam semesta, sedangkan Yesus idak.karena itu Yesus yang 100% manusia tidak bisa disebut sebagai juga
100% Tuhan.
Sementara umat Kristen meyakini lain, saya kutipkan lagi penyangkalan org Kristen..
*(Kristen):Tiga penyebutan yang berbeda itu hanya menunjukkan fungsionil Allah yang berbeda Allah itu disebut Bapa, dalam Kuasa fungsionilnya mencipta. Allah itu juga disebut Anak, dalam Kuasa fungsionil- nya berfirman. Allah itu juga, bukan Allah yang lain lagi, disebut Rohulkudus, adalah Kuasa fungsionilnya memberi Taufik dan Hidayat, serta pertolongan yang dalam bahasa Ibrani disebut Parakletos.
Pemisahan atau divisi fungsionil sebagaimana yang diyakini mereka sungguh merupakan suatu penafsiran yang mengada-ngada dan menyesatkan,sekali lagi,Yesus-sebagaimana diyakini mereka- yang hanya memiliki kuasa fungsionil berfirman tentu tak mungkin dan tak akan mampu pada saat bersamaan juga memiliki kuasa fungsionil mencipta,lalu pada saat Yesus hidup?Siapa yang tetap konsisten menjalankan kuasa fungsionil mencipta-sesuai istilah mereka-tersebut? apakah ada yang lain lagi? kalau begitu, maka apa artinya satu dalam tiga , tiga dalam satu-nya Tritunggal? bukankah sudah jelas bahwa Yesus tidak berkuasa seperti Tuhan?berarti jelas….Tuhan adalah satu hal dan Yesus adalah hal lain lagi, oleh karena itu,Yesus yang 100%manusia tidak bisa diaggap sebagai 100%Tuhan juga, maka pecahlah penyatuan Bapa dan Putera sebagai bagian dari tiga oknum tersebut!
Kemudian, mengenai salah satu oknum tritunggal lainnya,yakni roh kudus,sesuai kepercayaan Kristen adalah oknum tak terpisahkan dari Tuhan bapa dan Tuhan putera,sehingga sekali lagi bapa,putera dan roh kudus itu selalu bersama dan tak terpisahkan, namun benarkah demikian? apakah Yesus kurang terselubungi roh kudus sehingga masih harus dibaptis lagi oleh Yohannes sang pembaptis?lalu dengan apa Yohannes membaptis orang banyak sebelum Yesus lahir?bukankah dengan Roh Kudus???maka berarti roh kudus tersebut telah ada sebelum Yesus lahir!bagaimana dengan tritunggal?mengapa roh kudus sudah hadir sebelum Yesus?kalau kita memakai kerangka berpikir umat Kristen mereka akan menjawab,bahwa Yesus sebagai Tuhan itu sendiri telah ada sebelum Yesus dilahirkan dalam wujud manusia,tapi bila kita terapkan logika ini,dengan apa Yesus dibaptis?bukankah roh kudus sebagai salah satu oknum tritunggal juga melekat dengan pribadi Yesus-yang menurut versi Kristen adalah 100% manusia juga 100% Tuhan.(namun argumen tersebut telah kita patahkan sebelumnya!)
Lihatlah Perjanjian Baru Yohanes 16:7 “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika aku Pergi. sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan mengutus Dia kepadamu.”
Bila ditanyakan pada umat Kristen,”SIAPAKAH SANG PENGHIBUR ITU?”dengan serentak mereka akan menjawab “ROH KUDUS!” bukankah roh kudus sebagai salah satu oknum tritunggal melekat juga pada diri Yesus?tapi bila kita menganggap sang penghibur adalah “roh kudus”dimana ia baru akan datang bila Yesus pergi,…berarti pada saat Yesus sedang mengatakan itu,sang penghibur(roh kudus menurut Kristen)sedang tidak ada!karena ia belum datang!karena sang penghibur(”roh kudus”)itu baru akan datang jika Yesus pergi!ini berarti:Yesus adalah satu hal, dan sang penghibur(Roh Kudus )adalah hal yang lain lagi! karena itu tidak bisa dikatakan bahwa roh kudus melekat pada diri Yesus yang menurut versi Kristen adalah 100%manusia dan 100% Tuhan
Premis Mayor : sesuatu yang baru akan datang bila sesuatu lainnya telah pergi, tidaklah sama dan tidak melekat satu sama lain.
Premis Minor : Roh Kudus baru akan datang bila Yesus telah Pergi
Konklusi/Kesimpulan : Roh Kudus tidaklah sama dan tidak melekat dengan diri Yesus.
Dengan demikian pecahlah sudah keseluruhan doktrin tritunggal:tiga dalam satu dan satu dalam tiga, karena terbukti bahwa tidak ada keterkaitan yang bisa dibuktikan dalam ketiga oknum yang diyakini umat Kristen sebagai tritunggal tersebut, selain hanya persangkaan belaka!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar