Terasa ujian melirikku.
Berat tapi akhirnya terasa ringan,
itulah yang kuhadapi setiap hari dibulan penuh kegiatan amaliah ini.
Ndaenk yang menjadi "malaikat" komputer datang sehari sebelum puasa merapikan kembali sistem yang acak-acakan karena aku. Senang dan lega rasanya. Tapi dia harus kembali ke Kassi Pute Sulawesi Tenggara karena harus masuk kerja senin nanti. Semoga ia mendapat ridha dan rezeki yang halalan thayyiban di sana, ya Allah, kami mohon perkenanMu...
Ditambah Uul dapat masalah malam ini karena si "Dodo" Ridwan pengecut membuat keributan dengan petasan, disuruhnya Uul memegang petasan suara besar tak ubahnya senjata api. Aku bilang: "Kau itu pengecut, Ridwan!" Dia malah tak berkutik olehku. Huh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar